Seiring meningkatnya volume sampah, kota-kota tidak mampu lagi menjalankan layanan pengumpulan sampah hanya berdasarkan tebakan dan panggilan telepon. Sebuah kota berukuran sedang di India mempelajari hal ini dengan cara yang sulit — menghadapi keluhan harian, pengambilan sampah yang terlewat, dan kurangnya visibilitas secara real-time terhadap operasi lapangan.
Tidak ada sistem untuk melacak apa yang dilakukan, siapa yang melakukannya, atau apa yang salah.
Saat itulah pemerintah kota mengadopsi rangkaian perangkat lunak SmartWaste secara lengkap — menghubungkan pengelola, warga, dan pengumpul sampah dalam satu platform digital.
Sebuah kota berukuran sedang menghadapi masalah yang semakin meningkat dalam mengelola operasi pengumpulan sampah sehari-hari:
Memuat...