Industri minyak dan gas di Malaysia sangat bergantung pada armada besar untuk mengangkut bahan bakar dan produk olahan. Mengelola armada ini secara efektif merupakan perhatian utama, karena penyalahgunaan bahan bakar dan emisi tinggi secara langsung memengaruhi biaya operasional dan kepatuhan. Banyak operator masih menghadapi tantangan seperti melacak penggunaan bahan bakar dan memenuhi tujuan lingkungan. Dengan mengadopsi solusi armada ini, akan membantu mendapatkan visibilitas lengkap terhadap konsumsi bahan bakar dan mendukung operasi yang berkelanjutan.
Sebelum mengadopsi sistem armada terhubung, operator minyak dan gas Malaysia menghadapi berbagai masalah terkait bahan bakar dan emisi:
Implementasi Perangkat Lunak Manajemen Armada membekali armada minyak dan gas dengan visibilitas bahan bakar dan emisi yang lengkap melalui perangkat telematika cerdas:
Setelah penerapan, operator armada di sektor minyak dan gas Malaysia melaporkan hasil yang kuat dan terukur:
Memuat...